<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>TUGAS-TUGAS ERESHA</title>
	<atom:link href="http://herijuhari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herijuhari.wordpress.com</link>
	<description>hidup tanpa ilmu: lemah, hidup tanpa agama: buta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 03:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herijuhari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>TUGAS-TUGAS ERESHA</title>
		<link>http://herijuhari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herijuhari.wordpress.com/osd.xml" title="TUGAS-TUGAS ERESHA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herijuhari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Requirement Engineering</title>
		<link>http://herijuhari.wordpress.com/2008/10/20/requirement-engineering/</link>
		<comments>http://herijuhari.wordpress.com/2008/10/20/requirement-engineering/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 03:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herijuhari.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Heri Juhari Requirements engineering merupakan tahapan yang sangat penting dari proses software engineering (rekayasa perangkat lunak), karena software requirements adalah suatu bentuk definisi kebutuhan customer dan  user yang berhubungan dengan transformasi system kerja mereka untuk dijadikan software. Dimana definisi kebutuhan itu sangat perlu diorganisasi dan disepakati bersama antara customer dan pengembang software. Banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=15&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-weight:normal;font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;">Oleh : Heri Juhari</span></em></h2>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Requirements engineering merupakan tahapan yang sangat penting dari proses software engineering (rekayasa perangkat lunak), karena software requirements adalah suatu bentuk definisi kebutuhan customer dan <span> </span>user yang berhubungan dengan transformasi system kerja mereka untuk dijadikan software. Dimana definisi kebutuhan itu sangat perlu diorganisasi dan disepakati bersama antara customer dan pengembang software.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Banyak para software developer gagal mengembangkan software karena salah <span> </span>menafsirkan kebutuhan yang diinginkan oleh customer. Kesalahan penafsiran kebutuhan customer dapat dari berbagai sudut, seperti: kurangnya mengerti proses bisnis yang berjalan, kurang lengkapnya informasi yang diterima saat survey, dan adanya perbedaan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dalam suatu organisasi tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu pendekatan yang akan memperkecil kegagalan dari suatu proses pengembangan suatu software. Maka seluruh definisi dan spesifikasi software requirements customer harus didokumentasikan dan disetujui oleh kedua belah pihak – customer dan software developer. Sebelum kesepakatan dicapai, software developer bisa membuat definisi dan spesifikasi software requirements berulang kali sampai semua yang diperlukan bisa di-cover atau setidaknya pendekatannya – tetapi disepakati.</span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Untuk mencapai kesepakatan tersebut perlu adanya tawar-menawar antara customer dan software developer yang dalam requirements engineering dibagi dalam 3 proses besar yaitu: elicitation, specification, validation and verification. Formula ini dikenal dengan nama <strong><span style="font-family:&quot;">The Three Dimensions of Requirements Engineering</span></strong>. Proses requirements engineering ini dilakukan secara iterasi dengan mengakomodasi adanya umpan balik dari customer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p style="text-align:justify;margin:12pt 0 6pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Requirements Elicitation</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><strong><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;font-family:&quot;">Requirements Elicitation</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">adalah proses mengumpulkan dan memahami masalah dan kegiatan yang berjalan. Pada proses ini biasanya dilakukan dengan observasi terhadap lingkungan proyek yang akan digarap – termasuk fact gathering, wawancara pada pengguna langsung atau para menajer, dan bisa juga dengan mempelajari alur kerja yang terjadi dari bisnis proses yang berjalan. Biasanya proses ini dilakukan dengan terus menerus dengan jangka waktu tertentu sehingga keselarasan akan pemahaman suatu permasalahan bisa tercapai.</span></p>
<p style="margin:12pt 0 6pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Requirements Specification</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Jika seluruh kegiatan dan permasalah yang terjadi pada bisnis proses yang berjalan dimengerti dengan baik, maka software developer akan menkonversikan ke dalam suatu bentuk laporan tertulis yang berisi tentang semua definisi dan spesifikasi dari seluruh kebutuhan yang ada pada bisnis proses yang ada.</span></p>
<p style="margin:6pt 0 12pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Requirements Validation and Verification</span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Setelah spesifikasi requirements berhasil dibuat, perlu dilakukan dua usaha: Validation (validasi), yaitu proses untuk memastikan bahwa requirements yang benar sudah ditulis. Verification (verifikasi), yaitu proses untuk memastikan bahwa requirements sudah ditulis dengan benar. Proses validasi dan verifikasi ini melibatkan customer (user) sebagai pihak yang menilai dan memberi feedback berhubungan dengan requirements.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">REFERENSI</span></strong><strong><br />
</strong><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Romi Satria Wahono, <span> </span><a title="Menyegarkan Kembali Pemahaman tentang Requirement Engineering" href="http://romisatriawahono.net/2006/04/29/menyegarkan-kembali-pemahaman-tentang-requirement-engineering/"><span style="color:#000000;">Menyegarkan Kembali Pemahaman tentang Requirement Engineering</span></a>, <a href="http://www.romisatriowahono.net/"><span style="color:#000000;">www.romisatriowahono.net</span></a>, 2006.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herijuhari.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herijuhari.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=15&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herijuhari.wordpress.com/2008/10/20/requirement-engineering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3b9ee97be8c9e2c3823ae199481406?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">boyin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROSES ENGINEERING</title>
		<link>http://herijuhari.wordpress.com/2008/10/20/proses-engineering/</link>
		<comments>http://herijuhari.wordpress.com/2008/10/20/proses-engineering/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 02:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herijuhari.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Heri Juhari Membangun software komputer adalah suatu proses pembelajaran iteratif, dan hasilnya adalah apa yang Baetjer sebut software capital, yang merupakan koleksi dari knowledge, disaring, dan diorganisasi sebagai proses yang dijalankan. Apakah proses itu? Saat membuat suatu produk atau sistem, hal yang paling penting untuk menjalankan suatu rangkaian dari langkah-langkah yang dapat diprediksi—suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=11&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Oleh : Heri Juhari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Membangun software komputer adalah suatu proses pembelajaran iteratif, dan hasilnya adalah apa yang Baetjer sebut <em>software capital</em>, yang merupakan koleksi dari knowledge, disaring, dan diorganisasi sebagai proses yang dijalankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Apakah proses itu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Saat membuat suatu produk atau sistem, hal yang paling penting untuk menjalankan suatu rangkaian dari langkah-langkah yang dapat diprediksi—suatu peta yang dapat membantu membentuk produk secara tepat waktu, hasil yang berkwalitas tinggi. Peta yang dimaksud disebut <em>proses software</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Siapa yang mengerjakannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Software engineer dan managernya mengadaptasi proses menjadi kebutuhan dan mengikutinya. Dan juga, orang yang mempunyai permintaan software yang menjalankan tugas dari proses software.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mengapa proses penting? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Karena proses menyajikan stabilitas, mengontrol, dan meng-organisasi suatu aktifitas yang ada yang jika dilakukan tanpa control akan menjadi kacau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Apa langkah-langkahnya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pada level detail, proses yang diadopsi tergantung pada software dibangun. Langkah-langkah suatu <span> </span>proses bisa berbeda-beda sesuai dengan peruntukan software itu sendiri, misalnya langkah proses untuk suatu sistem<span>  </span>aircraft avionics akan berbeda dengan proses pembuatan<span style="color:#000000;">suatu Situs web.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Apa pekerjaan produk? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Dari sudut pandang </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">software engineer<span style="color:#000000;">, pekerjaan produk adalah program, dokumen, dan menghasilkan data sebagai konsekuensi dari aktivitas </span>software engineering<span style="color:#000000;"> yang didefinisikan oleh proses. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Bagaimana cara memastikan bahwa kita sudah melakukannya dengan benar? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Banyak software melakukan mekanisme penilaian yang memungkinkan organisasi menentukan kematangan proses software. Bagaimanapun kwalitas, ketepatan waktu, dan kelangsungan hidup jangka panjang dari produk yang dibangun merupakan indikator terbaik dari keampuhan proses yang dipakai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tetapi apa sebenarnya proses software dari suatu sudut pandang teknis? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Dalam konteks tulisan ini, didefinisikan bahwa suatu proses software sebagai suatu kerangka tugas yang diperlukan untuk membangun software yang <span> </span>berkwalitas. Apakah proses sama dengan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">software engineering?<span style="color:#000000;"> Jawabnya bisa <em>ya</em> dan <em>tidak</em>. Proses </span>software<span style="color:#000000;"> mendefinisikan suatu pendekatan yang diambil sebagai software yang direkayasa. Tetapi </span>software engineering<span style="color:#000000;"> juga meliputi teknologi dengan populasi proses &#8211; metoda teknis dan tools otomatis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Hal yang lebih penting adalah software engineering dilaksanakan oleh kreatif, orang yang ker-knowledge yang bekerja dalam suatu definisi dan kematangan proses software sesuai dengan produk yang dibangunnya dan permintaan pasar. Tujuan tulisan ini adalah sebagai sarana survey dari keadaan sebenarnya tentang proses software dan petunjuk diskusi yang lebih rinci dari <span> </span>topik tentang manajemen dan teknis yang dipresentasikan kemudian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">2.1 SOFTWARE ENGINEERING: SUATU LAYER TECHNOLOGY</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Banyak author yang telah mengembangkan definisi tersendiri dari software engineering, tetapi definisi yang diajukan <em>Fritz Bauer</em> [NAU69] pada <span style="color:#000000;">konferensi yang mungkin berkembang pada subjek yang masih bertindak sebagai bahan diskusi:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">[Software engineering adalah] <span style="color:#000000;">penetapan dan penggunaan prinsip-prinsip engineering untuk memperoleh nilai secara ekonomis dari software yang reliable dan bekerja secara efisien pada mesin riil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Hampir setiap pembaca akan tertarik untuk menambah definisi sekecil apapun yang menyangkut aspek teknis dari kwalitas software; tidak secara langsung menunjuk pada kebutuhan akan kepuasan pelanggan atau penyerahan produk secara tepat waktu; hal itu menghilangkan pentingnya ukuran dan metric dan tidak menetapkan dan menggunakan prinsip-prinsip engineering untuk memperoleh software secara ekonomis yang menyatakan pentingnya suatu proses yang matang. Tetapi definisi Bauer menggarisbawahi. Apakah yang <em>dikatakan prinsip engineering</em> dapat diaplikasikan untuk pengembangan software komputer? Bagaimana caranya kita membangun software <em>secara ekonomis</em> tetapi <em>reliable</em>? Apa yang diperlukan untuk menciptakan program komputer yang bekerja <em>secara efisien</em> tidak hanya satu tetapi di banyak <span> </span><em>mesin riil</em> yang berbeda? Ini adalah pertanyaan yang merupakan tantangan bagi para software engineer. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">IEEE [IEE93] telah mengembangkan suatu definisi yang lebih universal pada keadaan : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Software Engineering, adalah <span style="color:#000000;">: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">(1) Aplikasi yang pendekatannya secara semantik, disiplin, yang dapat dihitung untuk pengembangan, operasional, dan pemeliharaan software; seperti, aplikasi dari engineering software. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">(2) Studi dari pendekatan pada <span> </span>poin (1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span> </span>2.1.1 Proses, Metoda, dan Tools </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Software engineering adalah suatu layer teknologi. Mengacu Gambar 2.1, beberapa pendekatan engineering (termasuk software engineering) harus berlandasakan pada komitmen organisasi tentang mutu. Manajemen mutu total dan filosofi yang sama akan <span> </span>membantu pengembangan suatu proses yang kontinu untuk perbaikan kultur, dan selanjunya kultur inia akan membawa pengembangan ke arah peningkatan pendekatan yang lebih mapan dari software engineering. Landasan yang mendukung software engineering adalah fokus pada mutu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> <span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.1 Software Engineering Layers</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Dasar software engineering adalah layer proses. Proses software engineering merupakan pemersatu layer-layer dalam teknologi dan memungkinkan mengembangkan software computer secara rasional dan tepat waktu. Proses menggambarkan suatu kerangka kerja dari </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">key process areas</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;"> (KPAs) [PAU93] yang harus dibentuk untuk penyelesaian <span> </span>teknologi software engineering yang efektif. Area pemrosesan kunci merupakan bentuk dasar bagi manajemen <span> </span>kontrol proyek software dan menentukan konteks dari metoda teknis<span>  </span>yang diterapkan, pekerjaan produk (model, dokumen, data, laporan, form, dll.) yang dihasilkan, milestones yang dibentuk, kepastian mutu, dan perubahan secara baik dan teratur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Metoda s</span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">oftware engineering</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> <span style="color:#000000;"><span> </span>menyediakan cara-cara teknis – bagaimana membangun software.<span>  </span>Metoda tersebut meliputi rangkaian tugas yang besar &#8211; termasuk analisis kebutuhan, desain, membuat program, uji coba, dan support. Metoda software engineering<span>  </span>berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar pengelolaan masing-masing area teknologi dan termasuk<span>  </span>aktifitas modeling dan teknik deskripsi lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tools software <span> </span>engineering</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;"> adalah bagian yang men-support secara otomatis mau pun semi otomatis untuk proses dan metoda. Jika tools diintegrasikan sehingga informasi yang dibuat <span> </span>dengan menggunakan tools lain maka sistem yang men-support pengembangan software tersebut biasa disebut <em>computer-aided software engineering (CASE)</em>. CASE merupakan gabungan antara software, hardware, dan database software engineering (sebagai tempat penyimpanan informasi penting tentang analisa, desain, construction program, dan testing) untuk membentuk analogi software engineering environment pada CAD/CAE (computer aided design/engineering) untuk hardware.</span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 3pt;"><span style="color:#000000;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">2.1.2 Pandangan Umum pada Software Engineering </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 3pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Engineering adalah analisa, desain, konstruksi, verifikasi, dan manajemen teknis (atau sosial) entitas. Dengan mengabaikan entitas untuk di-engineer maka ada beberapa pertanyaan sbb: <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;margin:0 9pt 0 22.4pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Apa masalah yang akan dipecahkan? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;text-align:justify;margin:0 9pt 0 22.4pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Apa karakteristik dari entitas yang digunakan untuk memecahkan masalah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;text-align:justify;margin:0 9pt 0 22.4pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Bagaimana entitas (dan solusi) yang akan direalisasikan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;text-align:justify;margin:0 9pt 0 22.4pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Bagaimana entitas yang dikonstruksi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;text-align:justify;margin:0 9pt 0 22.4pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Pendekatan apa yang akan dipakai untuk error yang tidak di-cover pada pembuatan desain dan construction dari entitas?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;text-align:justify;margin:0 9pt 6pt 22.4pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Bagaimana entitas akan di-support sampai jangka panjang, saat koreksi, adaptasi, dan peningkatan sesuai diminta oleh user dari entity.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Pada bagian ini hanya akan dibahas pada entitas tunggal, yaitu software komputer. Software engineer harus mendefinisikan suatu proses software engineering. Tetapi dalam hal ini, hanya karakteristik proses software yang sifatnya umum yang akan dibicarakan, sedangkan karakteristik yang lebih spesifik dari model proses akan dibahas kemudian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Pekerjaan yang berhubungan dengan software engineering dapat digolongkan menjadi tiga tahapan umum, dengan mengabaikan area aplikasi, ukuran proyek, dan kompleksitasnya. Masing-masing tahapan ditujukan pertanya di atas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tahapan <em>definisi</em> fokus pada pertanyaan <em>apa</em>. Jadi selama definisi, software engineer berusaha mengidentifikasi informasi apa yang akan diproses, fungsi dan kinerja apa yang diinginkan, perilaku sistem apa yang dapat diharapkan, apakah interface menjadi mapan, apakah ada kendala saat mendesain, dan apa kriteria validasi yang diperlukan untuk mendefinisikan sistem agar menjadi sukses. Kunci requirements dari sistem dan software perlu diidentifikasi. Meskipun metoda yang diterapkan selama tahap definisi akan berubah-ubah tergantung dari paradigma (atau kombinasi paradigma) software engineering<span>  </span>yang diterapkan, tiga tugas utama yang terjadi dalam form adalah engineering sistem atau informasi, perencanaan proyek software , dan analisa requirement.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tahap <em>development</em> fokus pada <em>bagaimana</em>. Selama pengembangan, software engineering berusaha mendefinisikan bagaimana supaya data bisa tersusun, bagaimana fungsi <span> </span>diimplementasikan dalam arsitektur software, bagaimana rincian prosedural yang diimplementasikan, bagaimana interface yang menjadi karakteristik, bagaimana desain akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman (atau bahasa nonprosedural), dan bagaimana testing akan dilaksanakan. Metoda yang diterapkan selama tahap pengembangan akan berubah, tetapi tiga tugas teknis yang spesifik terdiri: desain software, code generation, dan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">software testing<span style="color:#000000;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tahap <em>support</em> focus pada perubahan yang berhubungan dengan koreksi kesalahan, adaptasi<span>  </span>yang diperlukan sampai tahap software environment, dan melakukan perubahan sampai ditemukan kesesuaian dengan apa yang dibutuhkan customer. Tahap support menggunakan langkah-langkah yang terjadi pada tahap definisi dan pengembangan hanya saja dalam konteks dari software yang telah ada. Empat jenis perubahan yang ditemui selama tahap support adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 18pt 6pt;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Koreksi</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">. Merupakan aktifitas untuk menjamin mutu dari software, ada kemungkinan customer menemukan error yang tidak dapat ditangani. Maka perlu perawatan korektif untuk mengoreksi kerusakan software. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 18pt 6pt;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Adaptasi</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">. Dengan berjalannya waktu environment yang ada (seperti, CPU, sistem operasi, kebijakan bisnis, karakteristik produk eksternal) bisa mengakibatkan software yang dikembangkan berubah. Pemeliharaan untuk menyesuaikan akan mengakibatkan modifikasi software untuk mengakomodasi perubahan environment eksternal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 18pt 6pt;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Enhancement.</span></em><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Software yang digunakan oleh customer/user akan memerlukan fungsi tambahan untuk meningkatkan kegunaannya. Penanganan pemeliharaan bisa saja meluas sampai di luar software yang requirement fungsional didefinisikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 18pt 6pt;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Pencegahan</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">. Fungsi software bisa menurun karena terjadi berubah, oleh karena itu diperlukan pemeliharaan pencegahan, sering disebut </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">software reengineering. Hal ini <span style="color:#000000;">harus dilakukan untuk menjaga agar software tetap memenuhi kebutuhan end user. Pada dasarnya, pemeliharaan pencegahan membuat perubahan pada program komputer sehingga dapat lebih mudah dikoreksi, disesuaikan, dan ditingkatkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 18pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.25pt 6pt 0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Aktifitas support masih terus berlanjut, dimana user masih perlu terus disupport. Asistensi teknis secara in-house, help desk via telepon, dan dukungan situs web terhadap aplikasi spesifik yang diimplementasikan<span>  </span>meruapakan bagian dari tahapan support.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Pertumbuhan populasi program legacy memaksa banyak perusahaan untuk melakukan strategi </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">software reengineering<span style="color:#000000;">. Secara umum </span>software reengineering <span style="color:#000000;">sering dipertimbangkan sebagai bagian dari </span>business process reengineering<span style="color:#000000;">. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tahapan dan hubungan langkah-langkah yang telah diuraikan secara umum tentang </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">software engineering<span style="color:#000000;"><span>  </span>dilengkapi oleh sejumlah aktifitas, seperti:</span></span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Tracking dan kontrol projek software </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Review technical secara formal</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Jaminan kwalitas software </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Manajemen konfigurasi software </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Persiapan dokumentasi dan produksi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Manajemen daur ulang</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Ukuran</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Manajemen risiko</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.25pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.25pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">2.2 PROSES SOFTWARE </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Secara umum proses software dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.2. Framework proses secara umum disusun oleh sekumpulan <a name="OLE_LINK2"></a><a name="OLE_LINK1"><span>aktivitas framework</span></a> yang lebih kecil yang digunakan untuk semua projek software, tanpa meninjau ukuran atau kompleksitasnya. Setiap aktivitas framework <span> </span>terdiri dari sejumlah tugas dari software engineering yang mempunyai batasan sesuai milestone proyek, produk pekerjaan, dan jaminan mutu &#8211; memungkinkan aktivitas framework diadaptasi untuk karakteristik dari proyek softawre dan requirement tim proyek. Maka aktifitas perlindungan &#8211; seperti jaminan kualitas software, manajemen konfigurasi software, dan ukran-overlay model proses. Aktivitas pelindung tidak terikat pada tiap framework aktifitas dan terjadi dalam keseluruhan proses. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.25pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 -1.25pt 0 0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt -1.15pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.2. Proses Software</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Beberapa tahun terakhir, telah ditentukan titik berat dari <em>kemapanan proses</em>. Institut Software Engineering (Software Engineering Institute,SEI) telah mengembangkan model yang berlaku secara umum dari kumpulan kemampuan software engineering yang harus disajikan sebagai jangkauan organisasi dari tingkat yang berbeda dari kemapanan proses. Untuk menentukan keadaan kemapanan proses organisasi yang ada, SEI menggunakan suatu penilaian yang hasilnya lima poin tingkat skema. Tingkat skema yang menentukan keberhasilan dengan suatu kemampuan model mapan (Capability Maturity Model, CMM) [PAU93] yang mendefinisikan aktifitas kunci yang diperlukan pada tingkat yang berbeda dari kemapanan proses. Pendekatan SEI menyediakan suatu ukuran dari efektifitas yang sifatnya global dari praktisi perusahaan software engineering dan menetapkan lima tingkat kemapanan proses yang didefinisikan sbb: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-54pt;text-align:justify;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tingkat 1: Inisial. Proses software ditandai sebagai sesuatu yang khusus dengan suatu maksud tetapi adakalanya hasilnya menjadi kacau. Sedikit; beberapa proses didefinisikan dan sukses tergantung dari usaha individu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-54pt;text-align:justify;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tingkat 2: <span>  </span>Pengulanagn. Dasar proses manajemen proyek yang mapan untuk menghitung biaya, penjadwalan, dan fungsi. Disiplin proses yang perlu ialah<span>  </span>penempatan pengulangan kesuksesan lebih awal dari proyek dengan aplikasi yang sama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-54pt;text-align:justify;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tingkat 3: Definisi. Proses softaware baik untuk aktifitas manajemen maupun engineer perlu didokumentasikan, distandardisasi, dan terintegrasi dalam suatu organisasi yang besar dari proses software. Semua proyek menggunakan suatu dokumentasi dan proses organisasi yang disetujui untuk pengembangan dan support software. Tingkat ini termasuk semua karakteristik yang didefinisikan untuk tingkat 2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-54pt;text-align:justify;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tingkat 4:<span>  </span>Pengelolaan. Memerinci ukuran proses software dan kwalitas produk yang dikumpulkan. Baik proses software maupun produk secara kwantitatif dipahami dan dikendalikan menggunakan rincian ukuran. Tingkat ini termasuk semua karakteristik yang didefinisikan untuk<span>  </span>tingkat 3.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-54pt;text-align:justify;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Tingkat 5: <span>  </span>Optimasi. Perbaikan proses yang kontinu dimungkinkan oleh umpan balik yang kwantitatif <span> </span>dari proses dan uji inovatif ide dan teknologi. Tingkat ini termasuk semua karakteristik yang didefinisikan untuk tingkata 4.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Lima</span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;"> tingkatan yang didefinisikan SEI berasal dari suatu konsekuensi dari evaluasi respon yang diperoleh dari questioner penilaian SEI yang didasarkan pada CMM. Hasil questioner disaring menurut tingkat angka yang memberikan indikasi dari proses organisasi yang mapan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">SEI berhubungan area proses kunci (KPA) dengan masing-masing tingkat kemapanan. KPA menjelaskan fungsi software engineering (missal: perencanaan projek software, manajemen requirement) yang harus ada untuk memenuhi praktek yang baik pada tingkat tertentu. Masing-Masing KPA digambarkan dengan mengidentifikasi ciri-ciri sbb.: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Sasaran — seluruh sasaran yang KPA harus mencapai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Komitmen — requirement (yang dibebankan pada organisasi) yang harus mencapai sasaran atau menyediakan bukti dari tujuan untuk mematuhi sasaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Kemampuan — berbagai hal yan harus ditempatkan (secara organisasi dan teknis) yang memungkinkan organisasi mencapai komitmen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Actifitas — tugas spesifik yang diperlukan untuk mencapai fungsi KPA. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Metoda untuk memonitor implementasi — cara yang dipakai memonito aktifitas seperti yang ditempatkan didalamnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9.05pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 26.9pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Metoda untuk verifikasi <span> </span>implementasi — cara praktis yang untuk membuktikan KPA. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Delapan Belas KPA (menjelaskan karakteristik masing-masing) digambarkan dengan model kemapanan dan pemetaan dalam tingkat yang berbeda dari kemapanan proses. Berdasarkan KPA harus dicapai masing-masing proses kemapanan tongkat: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;"><span> </span>Kematangan proses tingkat 2 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">• Manajemen konfigurasi software </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">• Jaminan kualitas software</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen subkontran software </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Penelusuran dan peninjauan proyek software</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Perencanaan proyek software </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen requirement</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Kematangan proses</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> tingkat 3</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Review rujukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Koordinasi antar group</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Enginnering produk software </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen software terintegrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Training program</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Definisi organisasi proses</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Fokus organization proses</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kematangan process tingkat 4</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen kwalitas software</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen kwantitatif proses</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kematangan process tingkat 5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen perubahan proses</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Manajemen perubahan teknologi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">• Pencegahan defect</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&quot;">Setiap KPA didefinisikan oleh satu set kunci praktis yang berperan untuk mencapai sasaran. Kunci praktis merupakan kebijakan, prosedur, dan aktifitas yang terjadi sebelum KPA secara penuh dimulai. SEI mendefiniskan indikator kunci sebagai kunci praktis atau komponen dari kunci praktis yang menawarkan pengertian yang lebih mendalam apakah sasaran dari suatu area pemrosesan kunci telah dicapai.&#8221; Pertanyaan penilaian dirancang untuk memeriksa untuk keberadaan (atau kekurangan) dari suatu indikator utama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">2.3 SOFTWARE PROCESS MODELS</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Model proses software masih terus diteliti, tapi sampai saat ini ada banyak model umum atau paradigma yang berbeda dari pengembangan software, antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-16.15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 16.15pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pendekatan Waterfall</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.7pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 14pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Merupakan rangkaian aktivitas proses disajikan dalam proses yang terpisah, seperti spesifikasi kebutuhan, implementasi desain software, uji coba dst. Setelah setiap langkah didefinisikan sampai diselesaikan, dan pengembangan dilanjutkan ke langkah berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pengembangan secara evolusioner</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.2pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 16.8pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pendekatan ini dilakukan dengan menyisipkan antar aktivitas spesifikasi, pengembangan dan validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat untuk customer, dimana sistem yang diproduksi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan customer. Sistem yang disampaikan tersebut, mungkin perlu diimplementasikan ulang dengan pendekatan yang lebih terstruktur untuk menghasilkan sistem yang kuat dan maintable.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Transformasi formal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pendekatan ini berdasarkan pembuatan spesifikasi sistem formal secara matematik dan transformasi spesifikasi dengan menggunakan metode matematik atau dengan suatu program tertentu. Transformasi ini berisfat <em>correctness preserving</em> yang berarti bahwa<span>  </span>tingkat kesesuaian program yang dikembangkan disbanding dengan spesifikasinya hampir dipastikan sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-19pt;text-align:justify;margin:0 0 0 19pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Penggabungan sistem dengan menggunakan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali (reuse).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Teknik ini memanfaatkan bagian-bagian sistem sudah tersedia yang kemudian digabungkan. Proses pengembangan sistem ini lebih fokus pada penggabungan bagian-bagian daripada pengembangan tiap bagian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dalam pengembangan system, dua pendekatan yang pertama yaitu waterfall dan pengembangan evolusioner, saat ini paling sering digunakan. Beberapa sistem sudah dibuat dengan menggunakan transformasi correctness preserving tapi masih teruss diteliti.<br />
Metode reuse umumnya dipakai di jepang, Eropa dan Amerika Utara. Bagaimanapun juga reuse masih terus diteliti, jadi sulitlah dikatakan keefektifannya. Selain itu, saat ini juga diperkenalakn model-model proses hasil pengembangan seperti Agile modelling, XP (Xtreeme Programming), RUP, dan MSF.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-35.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 35.7pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Waterfall/Linear Sequential Model</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Model ini mrupakan model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. Ada dua gambaran tentang waterfall model, dimana nama fase-fasenya berbeda, tetapi inti prosesnya sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Fase-fase dalam Waterfall Model menurut referensi Pressman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt -1.15pt 0 0;" align="center"><a title="&quot;rona1&quot; " href="http://rpl07.files.wordpress.com/2007/06/112.gif"></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.3a. Waterfall/Linear Sequential Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Fase-fase dalam Waterfall Model menurut referensi Sommerville:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><a title="&quot;rona2&quot; " href="http://rpl07.files.wordpress.com/2007/06/28.gif"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.3a. Waterfall/Linear Sequential Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dimodelkan setelah siklus engineering konvensional, model sekuensial linier melingkupi aktivitas – aktivitas sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Rekayasa dan pemodelan system (informasi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Adakalanya Sistem merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, kerja dimulai dengan membentuk syarat dari semua elemen sistem dan mengalokasikan beberapa subset dari kebutuhan software tersebut. Pandangan sistem ini penting saat software harus berhubungan dengan elemen-elemen lain seperti software, manusia, dan database. Rekayasa dan analisa sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisa serta disain tingkat puncak. Rekayasa informasi mancakup juga pengumpulan kebutuhan pada tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Analisa kebutuhan Software</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khusunya pada software. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, perilaku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun software didokumentasikan dan ditinjau bersama customer.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Desain</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Desain software sebenarnya adalah proses multi langkah yang fokus pada empat atribut sebuah program yang berbeda, yaitu struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Proses desain menterjemahkan syarat/kebutuhan ke dalam sebuah representasi software yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai presentasi program. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi software.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pembuatan Program ( Koding )</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Desain harus diterjemahkan kedalam bentuk yang bisa dibaca dan dimengerti oleh mesin. Langkah ini merupakan tugas dalam pembuatan program (kode). Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan program dapat diselesaikan secara mekanis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pengujian </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sekali program dibuat, selanjutnya pengujian program dimulai. Proses pengujian fokus pada logika internal software, yaitu memastikan bahwa semua statement sudah diuji, dan fungsi secara eksternal, yaitu mengarahkan pengujian untuk mencari kesalahan dan memastikan bahwa input yang terbatas akan memberi hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pemeliharaan ( Maintenance )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Software akan mengalami perubahan setelah diimplementasikan pada customer (kecuali software lain yang perbantukan). Perubahan akan terjadi akibat kesalahan tertentu, karena software harus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan di lingkungan eksternal (misal perubahan yang ditimbulkan oleh peripheral atau sistem operasi baru), atau customer perlu mengembangkan fungsi atau kinerja program. Pemeliharaan software menggunakan fase-fase sebelumnya dan tidak membuat program baru lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kerugian waterfall :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Perubahan sulit dilakukan karena sifatnya yang kaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Karena sifatnya yang kaku, model ini cocok saat kebutuhan dipetakan secara utuh sehingga perubahan bisa ditekan sekecil mungkin. Tapi pada kenyataannya jarang sekali customer yang bisa memberikan kebutuhan secara lengkap, karena perubahan kebutuhan adalah sesuatu yang wajar terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Waterfall umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa sub-proyek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 36pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>b.<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Evolutionary Software Process Model</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Model ini bersifat iteratif/perulangan, yaitu hasil proses berupa produk yang makin lama makin lengkap sampai menghasilkan versi lengkap sebagai produk akhir proses. Dua model dalam evolutionary software process model adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-35.85pt;margin:6pt 0 0 53.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Incremental Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0 3pt;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.4a. Incremental Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keterangan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 53.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kombinasikan elemen-elemen dari waterfall dengan sifat iterasi/perulangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Elemen-elemen dalam waterfall dikerjakan dengan hasil berupa produk dengan spesifikasi tertentu, kemudian proses dimulai dari fase pertama hingga akhir dan menghasilkan produk dengan spesifikasi yang lebih lengkap. Demikian seterusnya sampai semua spesifikasi memenuhi kebutuhan yang ditetapkan customer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 53.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Produk hasil increment pertama biasanya produk inti (core product), yaitu produk yang memenuhi kebutuhan dasar. Produk tersebut digunakan oleh pengguna atau direview/pengecekan detil. Hasil review tersebut menjadi dasar pembangunan pada increment berikutnya. Proses ini terus dikerjakan sampai produk dianggap komplit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Model ini cocok jika jumlah anggota tim pengembang relative sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mempunyai kemampuan mengakomodasi perubahan secara fleksibel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 53.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Produk yang dihasilkan pada increment pertama bukanlah prototype, tapi produk yang sudah bisa berfungsi dengan spesifikasi dasar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0 36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kerugian Incremental model:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Hanya cocok untuk proyek berukuran kecil (tidak lebih 200.000 baris coding)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan customer ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">2. Spiral model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.4b. Spiral Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.7pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 30.1pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Proses digambarkan sebagai spiral, dimana setiap loop mewakili satu fase dari software process. Loop paling dalam fokus pada kelayakan sistem, loop selanjutnya tentang definisi<span>  </span>kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya. Setiap Loop dibagi menjadi beberapa sektor :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 45.5pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Objective setting : menentukan tujuan yang ingin dicapai, mendefinisikan proses dan produk yang diharapkan,melakukan perencanaan, mengetahui resiko yang akan ditimbulkan dan mencari alternatif strategi berdasarkan resiko yang mungkin timbul dan sudah direncanakan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 45.5pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Risk assessment and reduction (menilai dan pengurangan resiko): setiap resiko dianalisa secara rinci. Selanjutnya dilakukan penanganan, misalnya membuat prototype untuk mengetahui ketidak-cocokan kebutuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 45.5pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Development and validation (pembangunan dan pengujian): setelah evaluasi resiko, selanjutnya memilih model pengembangan sistem apa yang akan digunakan. Jika model resiko user interface dominant yang akan digunakan, maka perlu dibuat prototype User Interface. Tetapi jika bagian keamanan yang bermasalah, maka gunakan model formal dengan perhitungan matematis. Sedangkan bila integrasi sistem jadi masalah, maka model waterfall-lah yang cocok digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 45.5pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Planning: proyek dievaluasi serta diputuskan untuk terus ke fase loop berikutnya atau tidak. Jika dilanjutkan, maka buatlah rencana loop selanjutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 29.4pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Salah satu bentuk variasi pembagian sektor pada model spiral dapat dikembangkan seperti<span>  </span>pada gambar di bawah ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 6pt 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.4c. Variasi Model Spiral <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/USER-001/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="12" height="12" /><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Customer communication: membangun komunikasi yang baik dengan customer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/USER-001/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="12" height="12" /><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Planning: mendefinisikan sumber, batas waktu, informasi lain seputar proyek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/USER-001/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="12" height="12" /><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Risk analysis: identifikasi manajemen resiko dan teknis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/USER-001/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="12" height="12" /><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Engineering: membangun contoh aplikasi, misalnya prototype</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/USER-001/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="12" height="12" /><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Construction and release : pembangunan, test, install dan support.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/USER-001/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="12" height="12" /><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Customer evaluation: mendapatkan feedback dari customer beradasarkan evaluasi pada fase engineering dan instalasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.7pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 29.4pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pada model spiral, resiko sangat dipertimbangkan. Resiko adalah sesuatu yang mungkin mengakibatkan kesalahan. Model spiral merupakan pendekatan yang realistis untuk proyek berskala besar. Customer dan developer bisa memahami dengan baik software yang dibangun karena setiap kemajuan yang dicapai selama proses dapat diamati dengan baik. Namun demikian moderl ini memerlukan waktu yang cukup lama dan tentu menimbulkan cost yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 17.85pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Transformasi formal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Metode ini didasarkan pada transformasi spesifikasi secara matematik melalui representasi yang berbeda untuk program yang dapat dieksekusi. Trasformasi menyatakan spesifikasi program yang menggunakan pendekatan <em>Cleanroom</em> untuk pengembangan Software</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><br />
</span><a title="&quot;rona6&quot; " href="http://rpl07.files.wordpress.com/2007/06/61.gif"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.5. Transformasi formal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Metode ini mempunyai keterbatasan dalam pemakaiannya. Keunggulannya adalah dapat mengurangi<span>  </span>kesalahan pada sistem sehingga penggunaan utamanya adalah pada sistem yang kritis dan memerlukan cost yang relatif lebih kecil. Pemakaian model pengembangan formal memerlukan tingkat kerahasian sebelum digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Permasalahan dalam model pengembangan metode formal:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Memerlukan keahlian khusus dan pelatihan untuk mengaplikasikannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sulit menentukan beberapa aspek dari suatu sistem seperti user interface</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;margin:6pt 0 0 36pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">d.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pengembangan Menggunakan Konsep Re-use (Penggunaan Ulang)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Metode ini didasarkan pada sistem yang telah tergabung dari sejumlah komponen yang ada atau sistem COTS (Commercial-off-the-shelf). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Langkah-langkah proses:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.85pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font-family:&quot;">  </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Analisis komponen</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.85pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font-family:&quot;">  </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>Kebutuhan perubahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.85pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font-family:&quot;">  </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">System design dengan penggunaan ulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.85pt;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font-family:&quot;">  </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pengembangan dan Development dan penggabungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pendekatan ini menjadi penting tetapi tetap saja mempunyai keterbatasan dalam penggunaannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0 6pt 17.85pt;" align="center"><a title="&quot;rona7&quot; " href="http://rpl07.files.wordpress.com/2007/06/71.gif"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.6. Penggunaan ulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:12pt 0 0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">MODEL RAPID APLICATION DEVELOPMENT</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah model proses pengembangan software sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi <em>kecepatan tinggi</em> dari model sekuensial linier dimana penembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasis komponen. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan <em>sistem fungsional yang utuh</em> dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari). Karena dipakai terutama pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan RAD melingkupi fase – fase sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-11.9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 11.9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Bussiness modeling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 12.5pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Aliran informasi yang terjadi di antara fungsi – fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan berikut : informasi apa yang mengendalikan proses bisnis? Informasi apa yang dimunculkan? Siapa yang berhak menerbitkannya? Ke mana informasi itu diarahkan? Siapa yang memprosesnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-71.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 71.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Data modeling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 12.6pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modelling diseleksi<span>  </span>untuk memperoleh serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk men-support bisnis. Karakteristik (atribut) masing–masing objek diidentifikasi dan hubungan antar objek juga didefinisikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.35pt;text-align:justify;margin:0 0 0 13.35pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Prosess modeling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 13.9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Aliran informasi yang didefinisikan pada fase data modeling ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 13.9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Aplication generation</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 13.9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi ke empat. Selain menciptakan software dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensional, RAD lebih banyak memproses dengan memkai lagi komponen program yang ada (pada saat yang memungkinkan) atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi (bila perlu). Pada semua kasus, tools dipakai untuk memfasilitasi pembuatan software.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 13.9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Testing and turn-over</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 13.9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Karena proses RAD menekankan pada pemakaian ulang, banyak komponen program telah diuji, maka hal ini akan mengurangi waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus dososialisasikan dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.7. Rapid Application Development Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kekurangan model RAD adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Bagi proyek yang berskala besar, tetapi RAD memerlukan sumber daya manusia yang memadai untuk menciptakan sejumlah tim yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">RAD menuntut pengembangan dan customer memiliki komitmen dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD akan gagal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 0;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Prototyping Model<br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.7. Rapid Application Development Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kadangkala klien hanya memberikan beberapa kebutuhan umum software tanpa detil input, proses atau detil output. Dilain pihak tim developer tidak yakin terhadap efisiensi dari algoritma yang digunakan, tingkat adaptasi terhadap sistem operasi atau rancangan form user interface. Ketika situasi ini terjadi model prototyping sangat membantu proses pembangunan software.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Proses pada model prototyping yang digambarkan di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pengumpulan kebutuhan: developer dan klien membicarakan untuk menentukan tujuan umum, kebutuhan yang ada dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan pada awal pengumpulan kebutuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Perancangan : perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Evaluasi prototype: klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pengulangan ketiga proses terus dilakukan sampai semua kebutuhan terpenuhi. Prototype dibuat untuk memuaskan kebutuhan dan memahami kebutuhan klien. Prototype yang dibuat dapat digunakan kembali untuk membangun software denagn lebih cepat, namun tidak semua prototype bisa dimanfaatkan. Sekalipun prototype memudahkan komunikasi antar developer dan klien, membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype , membantu mendapatkan kebutuhan detil lebih baik namun demikian prototype juga menimbulkan masalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dalam membuat prototype banyak hal yang diabaikan seperti efisiensi, kualitas, kemudahan pengembangan, dan kecocokan dengan lingkungan yang sebenarnya. Jika klien merasa cocok dengan prototype yang disajikan dan berkeras terhadap produk tersebut, maka developer harus kerja keras untuk mewujudkan produk tersebut menjadi lebih baik, sesuai kualitas yang seharusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Developer biasanya melakukan kompromi dalam beberapa hal karena harus membuat prototype dalam waktu singkat. Mungkin sistem operasi yang tidak sesuai, bahasa pemrograman yang berbeda, atau algoritma yang lebih sederhana.<br />
Agar model ini bisa berjalan dengan baik, perlu disepakati bersama oleh klien dan developer bahwa prototype yang dibangun merupakan alat untuk mendefinisikan kebutuhan software.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Component-based Development Model</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Component-based development sangat berkaitan dengan teknologi berorientasi objek. Pada pemrograman berorientasi objek, banyak class yang dibangun dan menjadi komponen dalam suatu software. Class-class tersebut bersifat reusable artinya bisa digunakan kembali. Model ini bersifat iteratif atau berulang-ulang prosesnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Secara umum proses yang terjadi dalam model ini adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Identifikasi class-class yang akan digunakan kembali dengan menguji class tersebut dengan data yang akan dimanipulasi dengan aplikasi/software dan algoritma yang baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Class yang dibuat pada proyek sebelumnya disimpan dalam class library, sehingga bisa langsung digunakan saat diperlukan. Jika ternyata ada kebutuhan class baru, maka class baru dibuat dengan metode berorientasi objek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Bentuk software dengan class-class yang sudah ditentukan atau class baru yang dibuat, integrasikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Penggunaan kembali komponen software yang sudah ada menguntungkan dari segi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Siklus waktu pengembangan software mampu mengurangi waktu sampai 70%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>b.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Biaya produksi berkurang sampai 84% karena pembangunan komponen berkurang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Pembangunan software dengan menggunakan komponen yang sudah tersedia dapat menggunakan komponen COTS (Commercial off-the-shelf) – yang bisa didapatkan dengan membeli atau komponen yang sudah dibangun sebelumnya secara internal. Component-Based Software Engineering (CBSE) adalah proses yang menekankan perancangan dan pembangunan software dengan menggunakan komponen software yang sudah ada. CBSE terdiri dari dua bagian yang terjadi secara paralel yaitu software engineering (component-based development) dan domain engineering seperti yang digambarkan pada Gambar 2.8:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Domain engineering menciptakan model domain bagi aplikasi yang akan digunakan untuk menganalisa kebutuhan customer. Identifikasi, pembangunan, pengelompokan dan pengalokasikan komponen software supaya bisa digunakan pada sistem yang ada dan yang akan datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Software engineering (component-based development) melakukan analisa terhadap domain model yang sudah ditetapkan kemudian menentukan spesifikasi dan merancang berdasarkan model struktur dan spesifikasi sistem, kemudian melakukan pembangunan software dengan menggunakan komponen yang sudah ditetapkan berdasarkan analisa dan rancangan yang dihasilkan sebelumnya hingga akhirnya menghasilkan software.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.8. Component-based Software Engineering</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Extreme Programming (XP) Model</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Model proses ini diciptakan dan dikembangkan oleh Kent Beck. Model ini adalah model proses yang terbaru dalam dunia software engineering dan mencoba menjawab kesulitan dalam pengembangan software yang rumit dan sulit dalam implementasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Menurut Kent Beck XP adalah : <em>A lightweight, efficient, low-risk, flexible, predictable, scientific and fun way to develop software</em>. Suatu model yang menekankan pada:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">keterlibatan user secara langsung</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">pengujian</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">pay-as-you-go design</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Adapun empat nilai penting dari XP</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Communication : komunikasi antara developer dan klien sering menjadi masalah. <span> </span>Karena itu komunikasi dalam XP dibangun dengan melakukan pemrograman berpasangan (pair programming). Developer didampingi oleh pihak klien dalam melakukan coding dan unit testing sehingga klien bisa terlibat langsung dalam pemrograman sambil berkomunikasi dengan developer. Selain itu perkiraan beban tugas juga diperhitungkan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Simplicity: menekankan pada kesederhanaan pengkodean: <em>What is the simplest thing that could possibly work?</em> Lebih baik melakukan hal yang sederhana dan dikembangkan kemudian jika diperlukan. Komunikasi yang lebih banyak mempermudah, dan rancangan yang sederhana mengurangi penjelasan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Feedback : setiap feed back ditanggapi dengan melakukan tes, unit test atau system integration dan jangan menunda karena biaya akan membengkak (uang, tenaga, waktu).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Courage: banyak ide baru dan berani mencobanya, berani mengerjakan kembali dan setiap kali kesalahan ditemukan, langsung diperbaiki.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.9. Extreme Programming Model Process</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -1.15pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:3pt 0 0 17.85pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;">Gambar 2.10. Iteration in Extreme Programming Proses Model</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:3pt 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:3pt 0 0 17.85pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herijuhari.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herijuhari.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=11&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herijuhari.wordpress.com/2008/10/20/proses-engineering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3b9ee97be8c9e2c3823ae199481406?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">boyin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keseimbangan Bisnis dan Strategi Teknologi Informasi</title>
		<link>http://herijuhari.wordpress.com/2008/08/14/keseimbangan-bisnis-dan-strategi-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://herijuhari.wordpress.com/2008/08/14/keseimbangan-bisnis-dan-strategi-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 11:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan-laporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herijuhari.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Strategi Pengaplikasian Teknologi Informasi saat ini merupakan suatu isu yang sangat mendasar untuk setiap aspek bisnis. Teknologi Informasi mampu mengubah sifat alami dari industri yang sangat mendasar. Dengan menggunakan Teknologi Informasi maka efisiensi dan efektifitas akan dapat diperoleh, jika keselarasan antara strategi bisnis dan Teknologi Informasi dapat dicapai. Sedangkan penggunaan pendekatan konvensional agaknya sulit untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=6&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Strategi Pengaplikasian Teknologi Informasi saat ini merupakan suatu isu yang sangat mendasar untuk setiap aspek bisnis. Teknologi Informasi<span> </span>mampu mengubah sifat alami dari industri yang sangat mendasar. Dengan menggunakan Teknologi Informasi maka efisiensi dan efektifitas akan dapat diperoleh, jika keselarasan antara strategi bisnis dan Teknologi Informasi dapat dicapai. Sedangkan penggunaan pendekatan konvensional agaknya sulit untuk mencapai kesuksesan. Metoda dan pendekatan baru dalam pengaplikasian Teknologi Informasi dan strategi bisnis saat sudah banyak tersedia. Fokus utamanya, bahwa frame keselarasan strategis bisa mengaplikasikan <span> </span><strong>Strategic Alignment Model</strong> (Model Keselarasan Strategis) untuk menggambarkan pandangan bisnis dimana kesuksesan suatu bisnis sangat tergantung pada relasi antara strategi bisnis, strategi teknologi informasi, infrastrukturnya dan proses organisasi, serta proses dan infrasuktrur teknologi informasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Hal yang perlu diperhatikan dalam pencapaian kesuksesan bisnis adalah bahwa dalam melakukan proses tersebut perlu definisi lingkup yang tertentu, jelas dan sesuai pada bidangnya, sehingga keselarasan strategi bisnis dan teknologi informasi dapat dicapai. Kegagalan pencapaian kesuksesan bisnis, salah satu alasannya adalah kurangnya selarasan strategi bisnis dan teknologi informasi, dimana perhatian terlalu focus pada teknologi, sedangkan aspek-aspek lain seperti bisnis, manajemen, dan isu organisasi itu sendiri terabaikan. Sehingga tujuan membangun suatu struktur organisasi dan proses bisnis yang merefleksikan strategi perusahaan yang saling mengisi serta pemanfaatan teknologi informasi yang seimbang bisa gagal. Mengingat hubungan teknologi informasi dan strategi perusahaan secara signifikan sangat mempengaruhi daya saing dan efisiensi bisnis. Oleh karena itu, hal yang paling penting adalah bagaimana teknologi informasi mampu memberikan support <span> </span>yang signifikan, kompetitif dan strategis untuk memberikan keuntungan pada perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hampir di seluruh belahan dunia dewasa ini sedang mengalami perubahan di berbagai aspek seperti, politik, ekonomi, lingkungan dan sosial. Demikian juga di dunia bisinis sedang mengalami perubahan yang sangat cepat dan signifikan, antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 4pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Perubahan yang mengarah pada transformasi bisnis dengan konsep baru dan sangat berbeda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 4pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Perubahan akibat penggunaan teknologi informasi yang memberikan pengaruh terhadap selurh kegiatan bisnis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 4pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Akibat perubahan di atas, diperlukan penyelarasan antara strategi bisnis dan strategi teknologi informasi.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Diperkenalkannya suatu <span> </span>metoda yang digunakan oleh Hak cipta 1993      oleh International Business Machines Corporation. Pengcopian dalam bentuk      formulir/cetakan untuk penggunaan pribadi, diijinkan dan tanpa pembayaran      royalti asalkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Strategi bisnis dan revisi perencanaan teknologi      informasi, menggambarkan bagaimana menerapkan kerangka keselarasan strategi      untuk mengidentifikasi metoda yang sesuai dengan yang dipakai untuk      mentransformasikan perusahaan. Objektifitas yang akan disajikan oleh metodan      dan bagan adalah harus menerapkan pengetahuan serta teknologi untuk      mempercepat perubahan dari perusahaan menjadi organisasi sukses yang      berkesinambungan dimasa depan. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herijuhari.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herijuhari.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herijuhari.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herijuhari.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=6&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herijuhari.wordpress.com/2008/08/14/keseimbangan-bisnis-dan-strategi-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3b9ee97be8c9e2c3823ae199481406?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">boyin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGEMBANGAN SOFTWARE UNTUK BISNIS BERBASIS OPEN SOURCE</title>
		<link>http://herijuhari.wordpress.com/2008/07/31/pengembangan-software-untuk-bisnis-berbasis-open-source/</link>
		<comments>http://herijuhari.wordpress.com/2008/07/31/pengembangan-software-untuk-bisnis-berbasis-open-source/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 01:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan-laporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herijuhari.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[ Penggunaan software dewasa sudah sangat luas, hal ini menunnjukan bahwa pengembangan software yang terus menerus mulai memperlihatkan hasilnya. Adalah suatu jenis soaftware yang belakangan in isangat populer dikalangnan bisnis. Sebut saja ERP (Enterprise Resources Planning), yaitu suatu software lengkap yang biasa digunakan untuk keperluan bisinis. Dimana software ini pada awalnya dirancang untuk mendekati suatu system [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=3&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Penggunaan software dewasa sudah sangat luas, hal ini menunnjukan bahwa pengembangan software yang terus menerus mulai memperlihatkan hasilnya. Adalah suatu jenis soaftware yang belakangan in isangat populer dikalangnan bisnis. Sebut saja ERP (Enterprise Resources Planning), yaitu suatu software lengkap yang biasa digunakan untuk keperluan bisinis. Dimana software ini pada awalnya dirancang untuk mendekati suatu system bisnis dari perusahaan yang sekup besar dengan harga yang sangat besar pula. Tetapi dengan berjalannya perkembangan software tersebut dan lirikan pangsa pasar dari beberapa pengembang, maka beberapa software ERP system berusaha terus dirampingkan secara lingkup dengan kemampuan yang tetap diupayakan tetap mendekati aslinya. Dengan tujuan untuk dapat dijangkau oleh perusahaan menengah ke bawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Banyak software ERP system yang ditawarkan di pasaran, tetapi yang sangat populer adalah SAP. SAP adalah suatu softwareterintegrasi dari hampir seluruh bidang bisnis. Mulai dari system informasi pemasaran, produksi atau jasa, hrd sampai akunting. Jadi sangat jelas bahwa system informasi dalam suatu bisnis yang lengkap bisa di-cover. Selain itu kehandalannya tidak dapat diragukan lagi. Oleh karena itu maka harganya pun sangat mahal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Berbicara masalah Software ERP dengan harga yang relative mahal, dan berkembangnya dan dorongan menggunakan software-software yang open source terutama di Indonesi, maka ada baiknya kita juga memanfaatkan suatu software ERP yang open source yang mungkin membutuhkan biaya yang relative lebih ringan – sebut saja COMPIERE [ </span><a href="http://www.compiere.org/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">http://www.compiere.org</span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> ].</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Jadi sebetulnya tren penggunaan software-software berbasis open source tidak perlu dikhawatirkan. Sudah sangat banyak aplikasi yang dibangun dan bisa mendukung keberadaan open source – system operasi dan berbagai aplikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Maka ada baiknya kita mulai hijrah dalam penggunaan software ke open source. <span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herijuhari.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herijuhari.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herijuhari.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herijuhari.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=3&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herijuhari.wordpress.com/2008/07/31/pengembangan-software-untuk-bisnis-berbasis-open-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3b9ee97be8c9e2c3823ae199481406?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">boyin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://herijuhari.wordpress.com/2008/07/19/hello-world/</link>
		<comments>http://herijuhari.wordpress.com/2008/07/19/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 07:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan-laporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=1&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herijuhari.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herijuhari.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herijuhari.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herijuhari.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herijuhari.wordpress.com&amp;blog=4266335&amp;post=1&amp;subd=herijuhari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herijuhari.wordpress.com/2008/07/19/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3b9ee97be8c9e2c3823ae199481406?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">boyin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
